Awali Berbuka dengan Enting Gepuk Khas Salatiga

enting-enting

Awali berbuka dengan enting-enting gepuk khas salatiga

Buka puasa enaknya makan yang manis-manis. Selain disunnahkan, makan makanan manis juga memberikan tenaga ekstra untuk melakukan aktivitas pascaberbuka. Jajanan yang patut dicoba sebagai kudapan saat berbuka puasa yaitu Enting enting gepuk. Kudapan ini merupakan makanan ringan yang terbuat dari kacang tanah, gula pasir, air, dan vanili. Kebanyakan bentuknya prisma segitiga sama kaki dan dibungkus dengan kertas. Rasanya manis, gurih, renyah dan rasa khas kacang tanah sangat terasa. Dinamakan gepuk karena proses pembuatannya digepuk sampai halus hingga semua bahan tercampur jadi satu.


Enting-enting gepuk dibuat tanpa bahan pengawet dan pewarna. Makanan ini mudah didapatkan tidak hanya di Salatiga, tetapi juga di toko-toko di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Enting-enting gepuk dapat bertahan hingga 6 bulan. Enting-enting gepuk terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan kulit dan lapisan isi. Lapisan kulit lebih keras, renyah, dan terasa manis karena lebih banyak mengandung gula. Sedangkan isi utamanya adalah kacang tanah yang ditumbuk halus.


Saat ini, enting-enting gepuk memiliki beberapa varian rasa. Adayang rasa durian, jeruk, cokelat, dan jahe. Ada pula enting-enting gepuk yang menggunakan gula merah, sehingga rasanya tidak terlalu manis seperti menggunakan gula pasir. Tentu saja dengan varian yang beragam, penikmat eenting-enting gepuk bisa memilih rasa sesuai selera.


Sekelumit Sejarah Enting-enting


Mulanya enting-enting gepuk ini dirintis oleh seorang imigran dari Fukikian China yaitu Khoe Choeng Hok. Khoe Choeng Hok mulai merintis usahanya pada tahun 1920-an. Pembuatan pertama kali dilakukan di Klenteng HOK TEK BIO No 13 Salatiga, karena Khoe Choeng Hok merupakan juru kunci klenteng Hok Tek Bio. Karena dulu diproduksi di dalam klenteng maka di merek menggunakan nama KLENTENG & 2 HOOLO tulisan “Khoe” pada hoolo kanan dan tulisan ”xiong di jie mai” pada hoolo kiri. Hal tersebut melambangkan bahwa Khoe dan Xiong Di Ji Mai adalah saudara (kakak, adik) yang melambangkan produksi Khoe Choeng Hok dan Xiong Di Ji Mai dari keluarga KHOE.


Saat pertama kali enting-enting gepuk diproduksi bungkusnya masih menggunakan klobot (kulit jagung). Cara penjualannya juga masih sederhana, hanya menggunakan tampah, blek atau kaleng. Awalnya Enting-enting dijual hanya di dalam kampung sendiri dan sekitarnya saja, namun kini enitng gepuk sudah dikemas menggunakan kertas dan dipasarkan ke seluruh pusat oleh-oleh di kota Salatiga. Bahkan sekarang sudah sampai ke luar kota, seperti kota Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Solo.


Dalam sejarahnya Khoe Choeng Hok saat itu membuat enting-enting gepuk di Kelenteng namun setelah Khoe Tjong Hok wafat, pembuatan enting-enting gepuk sudah tidak diperbolehkan di dalam klenteng lagi, sehingga anak-anak dari Khoe Tjong Hok meneruskan usahanya sendiri-sendiri. Khoe Tjong Hok meninggalkan empat anak yaitu, Khoe Djon Nio, Khoe Poo liong, Khoe Djio Nio dan Khoe Tang Nio. Keempat anaknya itu sekarang membuka usaha enting-enting gepuk semua.


Masyarakat Salatiga jangan heran kalau menemukan enting-enting gepuk dengan merk KLENTENG & 2 HOOLO bahkan merk yang lainnya di tempat yang berbeda. Dengan demikian sekarang enting-enting gepuk mengalami perkembangan yang sangat pesat, salah satu anak dari Khoe Tjong Hok menjadi produsen enting gepuk terbesar di Salatiga. Usaha yang dulu masih industri rumahan, sekarang menjadi industri kecil menengah. Bagi teman-teman yang mampir daerah Salatiga dan sekitarnya jangan lupa mencoba kudapan ini ya, cocok sekali buat mengawali buka puasa atau suguhan saat lebaran nanti.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kategori Artikel
Kanal Kreatif
Lebih dekat