Al-Kindi, Filsuf Muslim yang Haus Ilmu Pengetahuan

al-kindi

Al-Kindi, dunia mengenalnya sebagai “Filosof Arab”. Namun, Al-Kindi yang memiliki nama lengkap Abu Yusuf Ya’kub bin Ishak Al-Kindi tidak hanya menguasai bidang filsafat saja, tetapi juga ilmu pengetahuan lain seperti astronomi, matematika, maupun geografi. Tak ayal, di kalangan cendekiawan Muslim dan cendekiawan Barat, ia terkenal sebagai saintis serba bisa yang mencintai ilmu pengetahuan.

Biografi Singkat Al-Kindi

Al-Kindi lahir di Kufah pada tahun 809 M. Ia lahir dan besar di tengah keluarga yang sarat akan ilmu pengetahuan. Bagaimana tidak? Ayahnya yang bernama Ishaq ibn Shabbah merupakan gubernur yang menjabat dalam beberapa kekhalifahan, yaitu pada masa Khalifah Al-Mahdsi, Al-Hadi, Harun Al-Rasyid, dan kekhalifahan Bani Abbasiyah. Namun, Al-Kindi tidak tumbuh besar bersama ayahnya, karena ketika ia masih kanak-kanak, ayahnya meninggal dunia.

Al-Kindi melewati masa kecilnya di Kufah dengan menjadi seorang penghafal Al-Qur’an, mempelajari kesusastraan Arab, dan mempelajari ilmu logika. Apa yang ia pelajari merupakan kurikulum pelajaran wajib bagi seluruh anak-anak di wilayah Kufah pada zamannya. Ia pun kemudian mempelajari Ilmu Fikih dan Ilmu Kalam.

Lama menetap di Kufah, Al-Kindi lalu pindah ke Basra untuk menempuh pendidikannya. Pada masa itu, kota Basra terkenal sebagai tempat lahirnya gerakan terpelajar dan pusat ilmu pengetahuan yang memiliki dampak besar. Setelah menetap di Basra untuk belajar, ia lalu pindah ke Bagdad (Ibu Kota Bani Abbasiyah saat itu) untuk kembali menyelesaikan pendidikannya.

Di Bagdad, Al-Kindi memfokuskan minatnya untuk mengkaji filsafat dan pemikiran-pemikiran intelektual yang terkenal pada saat itu. Selain itu, ia juga banyak menerjemahkan buku filsafat. ia hidup selama masa kekhalifahan Bani Abbasiyah yaitu pada masa khalifah Al-Amin, Al-Ma’mun, Al-Mu’tashim, Al-Watiq, dan Al-Mutawakkil.

Karena pengaruh positifnya dalam ilmu pengetahuan dan filsafat, Al-Kindi menjadi ilmuwan yang disegani dan diangkat menjadi penasehat serta guru istana pada masa khalifah Al-Mu’tashim dan Al-Watiq. Selama abad ke-9 M, ia juga termasuk orang yang terkenal dalam dunia eksakta yakni ilmu kimia dan fisika. Saking cintanya terhadap ilmu pengetahuan, ia memiliki perpustakaan pribadi bernama AlKindiyah yang penuh dengan ribuan koleksi buku dari berbagai bidang ilmu. Koleksi tersebut merupakan sumber informasi belajar dan pengetahuannya.

Al-Kindi wafat pada tahun 252 H/866 M, yakni setelah masa khalifah Al-Mutawakkil dalam pemerintahan Bani Abbasiyah. Meskipun demikian, karya-karyanya senantiasa terkenang bagi para ilmuwan di seluruh dunia.

Peran Al-Kindi dalam Bidang Filsafat

Al-Kindi merupakan orang termahsyur di berbagai disiplin ilmu, termasuk di bidang filsafat. Semua karya terjemahan, koreksi, ulasan, dan karya aslinya membuatnya menjadi penggerak ilmu pengetahuan dan dikenal dunia. Selain itu, ia juga menjadi pelopor utama dalam memperkenalkan ihwal psikologi, astronomi, serta pendekatan yang berlandaskan metode logika dan ilmiah kepada muslim Arab.

Di samping terkenal sebagai ahli sains, ia terkenal akan pemikiran filsafatnya. Menurutnya, filsafat merupakan ilmu mengenai hakikat sesuatu dalam batas kesanggupan manusia yang mencakup ilmu ketuhanan, ilmu keesaan, ilmu keutamaan, dan segala kajian yang berguna bagi manusia dalam menjalani kehidupannya.

Selain itu, Al-Kindi juga mengemukakan bahwa tujuan para filsuf berteori ialah untuk mengamalkan pengetahuan tentang kebenaran tersebut. Semakin dekat manusia pada kebenaran, maka akan semakin dekat pula manusia pada kesempurnaan.

Pemikiran-pemikiran filsafat Al-Kindi mampu menuntunnya menjadi filsuf muslim pertama yang menyelaraskan antara filsafat dan agama. Karena menurutnya, alam semesta sangat luas dan terbatas, dan segala yang terbatas mustahil tidak memiliki awal yang tidak terbatas. Ia telah berkontribusi dalam membuka pintu-pintu filsafat bagi para ilmuwan muslim. Ia telah mendorong umat muslim agar menoleransi gagasan-gagasan filsafat dari luar Islam. Hal inilah yang membuatnya mendapatkan gelar faylasof (filsuf).

Karya Al-Kindi untuk Dunia

Al-Kindi telah melahirkan karya-karya yang luar biasa dan monumental di berbagai disiplin ilmu, seperti bidang astronomi, meteorologi, metafisika, geometri, ilmu hitung, maupun ilmu logika. Karya-karya tersebut tentunya merupakan buah pikirannya selama menempuh pendidikan di beberapa kota dan buah kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan.

Di bidang astronomi, tercatat bahwa ia telah menyumbangkan pengetahuan berupa karya-karya, di antaranya:

  • Risalah fi Masa’il Su’ila anha min Ahwal al-Kawakib (jawaban terhadap berbagai pernyataan tentang keadaan planet-planet)
  • Risalah fi Fashlayn (tentang musim panas dan musim dingin)
  • Fi asy-Syu’a’at (tentang sinar bintang), dan lainnya.

Kemudian di bidang meteorologi, ia telah melahirkan karya di antaranya:

  • Risalah fi’illat Kawmu adh-Dha-bab (tentang sebab asal mula kabut)
  • Risalah fi ‘illat Ikhtilaf Anwa’us Sanah (tentang sebab perbedaan dalam tahun-tahun), dan lainnya.

Di bidang geometri, ia juga menyumbangkan pengetahuannya melalui karya, salah satunya yaitu Risalah fi ‘Amal Syakl al-Mutawassithayn (konstruksi bentuk garis-garis tengah). Kemudian di bidang ilmu hitung, salah satu karyanya yaitu Risalah fi al-Kammiyat, al-Mudhafah (tentang jumlah relatif), dan di bidang logika salah satu karyanya yaitu Risalah Risalatuhu fi Madkha al-Mantiq bi lstifa al-Qawl fihi (pengantar lengkap logika).

Pengaruh Al-Kindi dalam kajian, ulasan, dan karyanya memberikan pengetahuan yang baru bagi para ilmuwan Muslim dan ilmuwan Barat. Pemikiran Al-Kindi telah membuka pemahaman yang luas bagi para cendekiawan mengenai problematika tertentu. Untuk mengenang jasanya, pemerintah Irak dan Syria bahkan mengabadikannya dalam prangko.

Kontribusi Al-Kindi dalam peradaban ilmu pengetahuan dapat memberikan kita motivasi untuk terus belajar dan menebar kebermanfaatan di muka bumi ini, bukan? Karena sesungguhnya Allah Swt. akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu.

Sumber Referensi:

Madani, A. B. (2015). Pemikiran Filsafat Al-Kindi. 

Warsidi, Edi. 2016. Tokoh Matematikawan Muslim. Bekasi

Baca Juga

Al-Khawarizmi, Peletak Dasar Aljabar

Jabir Ibn Hayyan: Bapak Kimia Modern

Bagaimana Cara yang Tepat dalam Menulis Sosok?

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kategori Artikel
Kanal Kreatif
Lebih dekat