Sejarah Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional 2021

Ratusan santri Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timur, Jumat, (27/6/2014) mengusulkan adanya peringatan Hari Santri, saat menerima kunjungan Joko Widodo sebagai calon presiden. Hari itu adalah awal mula penetapan Hari Santri yang saat ini kita peringati.

Jokowi kemudian menandatangani komitmennya untuk menjadikan tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri. Namun, pada perkembangannya, PBNU mengusulkan agar 22 Oktober menjadi Hari Santri, bukan 1 Muharram.

Resolusi Jihad adalah hal yang melatari pemilihan tanggal 22 Oktober. Pada usia yang baru menginjak dua bulan merdeka, sekutu kembali menyerang Indonesia dan hendak merebut kemerdekaan dari tangan bangsa Indonesia. Demi mempertahankannya, KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad.

Mengutip fatwa dan Resolusi Jihad karya Agus Sunyoto, fatwa tersebut berisi tiga poin penting:

  1. Hukum memerangi orang kafir yang menghalangi kemerdekaan kita sekarang ini adalah fardu ain bagi tiap muslim, meskipun orang fakir
  2. Hukum orang yang meninggal dalam peperangan melawan musuh (NICA) serta komplotan-komplotannya adalah mati syahid
  3. Wajib hukumnya membunuh orang yang memecah persatuan kita (Indonesia) sekarang ini.

Oleh sebab itu, setiap tanggal 22 Oktober, para santri memperingatinya sebagai Hari Santri Nasional, karena kelompok santri dan kiai-kiai terbukti mengawal kokohnya NKRI hingga saat ini. Penjelasan mengenai sejarah Hari Santri, bisa baca di sini.

Definisi Santri Menurut Gus Mus

Santri adalah harapan bangsa. Semoga santri terus menjadi pelopor kemajuan dan transformasi progresif bangsa.

KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) memberikan definisi terhadap istilah santri. Gus Mus membaginya menjadi enam definisi.

  1. Santri adalah murid kiai yang yang tidak goyah imannya oleh pergaulan, kepentingan, dan adanya perbedaan
  2. adalah kelompok yang mencintai negaranya, sekaligus menghormati guru dan orang tuanya kendati keduanya telah tiada
  3. Orang yang menyayangi sesama hamba Allah; yang mencintai ilmu dan tidak pernah berhenti belajar (minal mahdi ilal lahdi)
  4. Yang menganggap agama sebagai anugerah dan sebagai wasilah mendapat ridha tuhannya
  5. Santri ialah hamba yang pandai bersyukur.

Sementara Hari Santri adalah momentum untuk terus memperkuat jiwa religius keislaman sekaligus jiwa nasionalisme kebangsaan. Semangat untuk para santri kebanggaan bangsa!

Selamat Hari Santri Nasional 2021.

Santri menjaga bumi, menebar rahmat untuk semesta.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kategori Artikel
Kanal Kreatif
Lebih dekat