Karantina dan Pembekalan Duta Santri Nasional 2021

karantina duta santri nasional 2021

Karantina finalis Duta Santri Nasional 2021 dilaksanakan di University Hotel Yogyakarta pada tanggal 16-22 Oktober 2021. Para finalis selama karantina akan mendapatkan materi sebagai bekal untuk menjadi Khodimul Ummah di masyarakat luas.

Kegiatan pendalaman materi disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif, diskusi kelompok, dan sharing. Materi yang akan disampaikan selama masa karantina terdiri atas empat tema. Tema-tema tersebut akan dibahas di bawah ini ya.

Materi Pembekalan dan Kegiatan Selama Karantina

Materi yang disampaikan kepada para finalis Duta Santri Nasional 2021 terdiri dari;

1. Aswaja An Nahdhiyyah dan Ke-Fatayat-an

Materi Aswaja An-Nahdhiyyah merupakan dasar ideologis bagi semua Duta Santri. Peran Duta Santri sebagai role model mewajibkan para Duta Santri memiliki pemahaman utuh mengenai hal ini. Duta Santri akan menjadi agen yang menyebarkan nilai dan prinsip Aswaja An-Nahdhiyyah untuk Islam yang penuh kasih sayang dan toleran.

Poin-poin yang disampaikan meliputi nilai dan prinsip Aswaja An-Nahdhiyyah dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Selain materi ini, para finalis juga dibekali materi ke-Fatayat-an yang berisi mengenai pengenalan organisasi Fatayat dan Gerakan Fatayat di Indonesia. Fatayat merupakan penyelenggara utama Duta Santri Nasional sejak tahun 2016.

2. Performance

Duta Santri diproyeksikan untuk menjadi influencer dan agent of change atau penggerak perubahan. Salah satu potensi yang perlu dimiliki Duta Santri adalah memiliki performance positif. Untuk itu, materi public speaking menjadi materi yang penting untuk didalami oleh Duta Santri. Dalam sesi ini, peserta karantina Duta Santri akan lebih banyak melakukan praktik public speaking.

3. Perspektif Gender dan Inklusi Sosial dalam Islam

Ketidaksetaraan gender dan inklusi sosial merupakan persoalan yang menjadi akar ketidakadilan dan kekerasan kepada perempuan, anak, difabel, dan kelompok minoritas. Untuk itu, Duta Santri sebagai agen perubahan wajib memahami ketidakadilan berbasis gender dan keadilan dalam konsep inklusi sosial. Dengan ini, Duta Santri diharapkan dapat berkontribusi membawa perubahan positif untuk perempuan, anak, difabel dan kelompok minoritas.

Poin-poin materi yang disampaikan yaitu perspektif gender dan inklusi sosial. Materi ini akan dibahas dari sudut pandang Islam yang bersumber dari Alquran dan Hadis. Selain itu, Duta Santri perlu memahami bagaimana praktik ketidakadilan gender yang terjadi di tengah masyarakat. Sebab itu, Duta Santri akan berperan penting dalam menegakkan keadilan gender dan menciptakan inklusi sosial di masyarakat.

4. Kewirausahaan Sosial dan Santri-Preneur

Pada materi ini, Duta Santri akan diberikan pengetahuan tentang kewirausahaan
sosial. Tujuannya adalah sebagai strategi pemecahan masalah sosial, pengentasan kemiskinan, pembangunan pedesaan, dan pertumbuhan ekonomi melalui bisnis kreatif dan inovatif, dan berkelanjutan. Poin-poin pada materi ini meliputi entrepreneurship mindset, socio-preneurship (konsep, prinsip, nilai dan model), creativity and innovation, dan santri-preneurship.

Wah, menarik-menarik banget ya materinya. Nyesel ngga nih yang kemarin ngga ikutan daftar jadi calon Duta Santri Nasional?

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kategori Artikel
Kanal Kreatif
Lebih dekat